Solidaritas Kebablasan

Kasus penyerangan SEKRETARIAT HMI di Makassar oleh polisi, atau siapapun pelakunya, berbuntut panjang. Aktivis HMI di Makassar dan beberapa daerah lainnya, merespon kejadian ini dengan sangat emosional, bahkan cenderung brutal.

Di Jakarta aktivis HMI bentrok dengan aparat hingga larut malam. Benturan fisik, lontaran batu dan kata-kata kotor menjadi tontonan yang tidak sedap. Beberapa toko dan lapak-lapak pedagang di sekitar tempat kejadian tak berani ambil resiko untuk buka. Bahkan AKBAR TANJUNG, salah satu pendiri HMI, datang ke lokasi untuk turut menenangkan mereka.

foto detikTentu saja penyerangan markas HMI di Makassar oleh polisi, apapun penyebabnya, merupakan tindakan yang sangat memalukan dan tidak dapat dibenarkan. Namun reaksi tak terkendali para aktifis HMI tersebut juga patut disayangkan. Bahkan kata ISLAM pada nama organisasi mahasiswa muslim itu, tidak membuat banyak perbedaan.

Jika pengrusakan dan penganiayaan beberapa anggota kepolisian itu dianggap sebagai aksi brutal, apakah kita harus menyebut aksi balasan mereka dengan sebutan yang berlawanan. Tak perlu kemampuan intelektual yang tinggi untuk menyimpulkan, bahwa aksi mereka setali tiga uang, alias sama brutalnya.

Sekali lagi, apakah terlalu berlebihan jika kita berharap para aktivis HMI dan mahasiswa pada umumnya, dapat lebih santun dan mentaati aturan main saat berdemonstrasi. Jangan-jangan akan lebih mudah berharap aparat untuk berubah, daripada mengharapkan hal yang sama kepada para mahasiswa demonstran tersebut.

Tolonglah tinggalkan tradisi memblokir jalan, membakar ban, aksi-aksi perusakan, kata-kata kotor dan upaya untuk memprovokasi aparat yang berjaga, saat melakukan demonstrasi. Sehingga merekapun pantas berharap, aparat tidak lagi bertindak arogan dan kasar saat mengawal aksi mereka.

FOTO DOKUMENTASI DETIKCOM

One response to “Solidaritas Kebablasan

  1. Mungkin hal ini terjadi karena, perhatian pemerintah makin berkurang pada kepentingan ril masyarakat (jalan, angkutan, beras, minyak dll dll). Pemerintah lebih suka membeberkan kesuksesannya. dan mencari alasan untuk kegagalannya.

    Eko Deto: Hal yang patut disayangkan kan, Bang Singal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s