Haruskah Rakyat Selalu Mengawal Kerja Anggota DPR?

Repot juga kalau rakyat harus selalu mengawal para Anggota Dewan, agar mereka dapat berkinerja di jalur yang benar. Sementara kita sudah menyerahkan mandat kepada mereka untuk mewakili kepentingan kita. Jika mereka jujur, memiliki integritas tinggi dan profesional, seharusnya kita bisa melepas mereka, dan tak perlu merasa khawatir akan dikhianati.

logoNamun hal itu yang diserukan oleh seorang anggota PANSUS SKANDAL BANK CENTURY dari Fraksi GOLKAR, Bambang Soesatyo. Besok tanggal 2 maret 2010, pada saat diadakan Sidang Paripurna DPR untuk menetapkan hasil pansus. rakyat dipersilakan berbondong-bondong ke gedung DPR RI. Rakyat disarankan membawa telur busuk, untuk dilemparkan ke mobil-mobil para Anggota Dewan yang mengkhianati hasil pansus, sesuai dengan kesimpulan awal fraksi-fraksi beberapa hari yang lalu.

Seperti yang telah kita ketahui, saat menyampaikan kesimpulan awal hasil pansus, 7 fraksi menetapkan ada kesalahan dalam pengeluaran kebijaksanaan bailout Bank Century. Sedangkan dua fraksi, Demokrat dan PKB, menyatakan hal yang sebaliknya.

Mungkin bagi Bambang Soesatyo dan yang lain, Fraksi Demokrat dan PKB, tidak akan menimbulkan masalah pada saat Sidang Paripurna. Namun beliau mungkin masih merasa khawatir atas kemungkinan perubahan kesimpulan dari beberapa fraksi, yang jelas-jelas merupakan fraksi dari partai yang berkoalisi dengan Pemerintah. Kalau hal ini terjadi mungkin akan mengacaukan kesimpulan akhir pansus, sehingga melenceng dari hasil yang mereka harapkan, seperti yang mereka yakini kebenarannya.

Dalam posisi ini bisa saya pahami kekhawatiran anggota pansus dari Partai GOLKAR tersebut. Namun, apakah beliau juga menyadari implikasi buruk himbauannya itu, jika rakyat menanggapi secara emosional dan berlebihan? Misalnya, bagaimana kalau yang datang ke DPR bukan hanya ratusan orang, tetapi ribuan atau puluhan ribu orang? Bagaimana jika yang mereka bawa bukan hanya TELOR BUSUK, tetapi BATU atau bahkan BOM MOLOTOF? Bagaimana kalau yang mereka lempari bukan hanya mobil para Anggota Dewan yang terbukti berkhianat? Apakah pak Bambang juga akan memberi daftar identitas mobil Anggota Dewan yang diduga berkhianat, sehingga tidak terjadi salah sasaran? Dan terakhir, bagaimana kalau aksi rakyat itu berubah jadi tindak anarki yang tak mampu dikendalikan aparat? Apakah beliau berani bertanggung jawab?

Patut disayangkan jika trilyunan rupiah uang rakyat yang digunakan untuk menyelenggarakan Pemilu Legeslatif silam hanya menghasilkan para Anggota Dewan, yang hanya dapat berkinerja baik jika mendapatkan KAWALAN dan DUKUNGAN FISIK secara langsung dari rakyat

Semoga bukan Anggota Dewan seperti tersebut yang kita punya!

One response to “Haruskah Rakyat Selalu Mengawal Kerja Anggota DPR?

  1. Pengalaman saya pak, masyarakat utamanya di tempat saya tidak peduli dengan pansus. Mereka hanya peduli bagaimana bisa mencari nafkah keluarga dengan aman.

    Yang paling kebelet justru para politisi, mereka lupa bahwa gaji serta semua fasilitas yang didapat itu dari rakyat.

    EKO DETO: Benar, pak. Sejak kita mendudukkan mereka di dewan untuk mewakili kita, mestinya kita tidak direpotkan lagi oleh hal tetek bengek seperti itu. Sebagian besar rakyat itu, sudah disibukkan dengan upaya yang semakin sulit untuk bertahan hidup atau meningkatkan taraf hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s