Susno Duadji Sang Trouble Maker?

Ada yang menganggap SUSNO DUADJI adalah seorang TROUBLE MAKER bagi POLRI. Dulu ucapannya tentang CICAK melawan BUAYA, telah membuat repot institusi tempatnya mengabdi. Sekarang, kedatangannya dalam sidang Antasari Azhar sebagai saksi pihaknya, membuat panas hati kawan buayanya.

BOLEHKOMENTAR.COM, FOTO DETIKNEWS. Sebenarnya, ada masalah apa dengan kehadiran SD sebagai saksi pada persidangan Antasari? Seperti kata orang yang membelanya, sebagai warga negara tentu beliau berhak menjadi saksi siapapun dan dalam persidangan apapun, jika memang kesaksiannya diperlukan. Namun sebagai anggota atau perwira POLRI yang masih aktif, meskipun sedang di-NONJOB-kan, ada aturan, prosedur dan etika, baik tertulis maupun tidak tertulis, untuk mememenuhi haknya itu. Masalah pelanggaran peraturan dan kode etik inilah yang sedang dipermasalahkan. Meskipun tak tertutup kemungkinan, materi kesaksian SD pada sidang Antasari yang sebenarnya memauat beberapa petinggi POLRI kebakaran jenggot.

Dalam perkara ini, SD sendiri tidak konsisten. Saat diwawancarai media seusai memberikan kesaksian, beliau berujar, bahwa kehadirannya sebagai saksi, adalah dalam kapasitasnya sebagai pribadi. Bukan sebagai seorang Komjen POLRI bernama SUSNO DUADJI. Namun ironisnya beliau hadir dengan seragam lengkap seorang Perwira tinggi POLRI, sementara dalam banyak kesempatan kita lebih sering melihat beliau mengenakan hem dan berdasi.

Padahal kita semua tahu, bahwa seragam itu bukan sekedar pakain penutup badan. Simbol, lambang dan lencana yang menempel padanya bukan sekedar hiasan pemanis. Dalam seragam itu melekat citra organisasi atau institusi pemiliknya. Sebagai contoh, jika ada orang berseragam POLRI yang melakukan tindak amoral, bukan saja dia yang dipermalukan. Namun juga institusi POLRI tempatnya bernaung. Bahkan ketika dia tidak berseragampun, seorang polisi selalu membawa citra institusi.

Itulah sebabnya ada aturan, prosedur dan kode etik, baik yang tertulis maupun tidak, yang mengikat dan mengatur seorang anggota POLRI, mulai dari pangkat terendah sampai yang tertinggi, tanpa ada pengecualian. Hal ini perlu bukan hanya untuk memelihara citra seperti tersebut di atas, namun juga untuk mencegah penyalahgunaan seragam dan semua yang melekat padanya untuk kepentingan pribadi, yang biasanya terkait hal-hal yang tidak baik.

Dalam perkara SUSNO DUADJI ini, marilah kita bersama lebih mencermatinya. Apakah perkara ini hanya persoalan pelanggaran aturan dan kode etik POLRI, atau ada perkara lain yang lebih serius tentang MATERI KESAKSIAN SUSNO DUADJI dalam persidangan Antasari Azhar, yang dapat membahayakan pribadi petinggi dan institusi POLRI. Atau benar kata sebagian pihak, baik di dalam maupun di luar institusi, hal ini hanyalah ulah sang trouble maker yang merasa kecewa dengan perlakuan para petinggi POLRI terhadapnya, paska kisruh CICAK vs BUAYA?! Kita tunggu kelanjutan dan akhirnya.

One response to “Susno Duadji Sang Trouble Maker?

  1. Biasa sekarang banyak yg carmuk, apalagi ada maunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s