Naysila Mirdad Bla… Bla… Bla…

Dari sekian banyak sinetron yang dibintangi Naysila Mirdad, hanya ada satu karakter yang dia perankan. Ceritanya pun tak jauh berbeda, bahkan cenderung sama dari satu sinetron ke sinetron lain.

foto-detikhot

BOLEHKOMENTAR-FOTO DETIKHOT. Pada sinetron-sinetron tersebut, NAY selalu memerankan sebagai gadis yang lugu, naif dan cenderung bodoh. Ceria tapi juga luar biasa cengeng. Terlalu baik hati namun malah terkesan tidak wajar.

karakter tersebut di atas sangat pas banget dengan kecenderungan sinetron produksi PH lokal, seperti SinemART, untuk mengeksploitasi rasa iba melalui penyiksaan fisik maupun verbal terhadap pemeran protagonis, dengan cara yang kadang-kadang tidak masuk akal.

Jadi mengapa NAY selalu memerankan karakter seperti tersebut di atas?

Pertama, sepertinya NAY merasa sangat nyaman dengan peran-peran tersebut. Baginya akting seperti bukan akting, karena karakter seperti itu adalah bagian dari kesehariannya.

Mungkin NAY terpaksa tunduk kepada kemauan sang produser atau sutradara, yang mengkasting dia untuk memainkan karakter peran yang mengumbar air mata… Atau dia tidak akan dipakai lagi oleh sang produser atau pemilik PH.

Jika terus begini, bisa jadi NAY akan terlihat seperti INTAN, bukan judul sinetron, yang telah lama tertimbun dalam sampah.

Atau memang NAY bukan INTAN?

Sinetron Kliping Bukan Striping!

Hampir semua sinetron Indonesia, termasuk yang dibintangi Naysila Mirdad, diproduksi secara tidak profesional dan hanya mengejar waktu tayang. Cerita dirangkai seperti mahasiswa malas yang membuat makalah dengan metode kliping. Ambil potongan tulisan yang sudah ada, baik dari internet, koran, majalah atau makalah orang lain, lalu dirangkai menjadi makalah yang seolah-olah baru.

Jadi tak heran kalau kita akan selalu menemukan potongan-potongan adegan yang nyaris sama pada hampir semua sinetron yang ada. Dalam percintaan misalnya: akan selalu ada cerita cinta segitiga dengan jalinan yang sama. Si A mati-matian mencintai si B yang lebih mencintai si C, lalu si B akan berusaha membunuh karakter si C atau bahkan benar-benar membunuhnya. Ada mertua atau calon mertua yang mati-matian berusaha menyingkirkan pujaan hati putranya, karena dia punya calon sendiri buatnya. Atau adegan orang yang butuh uang, setelah banting tulang mendapatkannya, e…kalau tidak hilang ya dipalak preman. Celakanya saat tiba di rumah kontrakan dia harus menghadapi pemilik rumah yang berteriak: BAYAR ATAU PERGI DARI SINI! Dan masih banyak lagi hal-hal semacam ini di sinetron lokal.

Jadi masalahnya bukan lagi pada aturan-aturan Undang-undang yang membatasi kreatifitas para insan sinetron. Masalahnya adalah mereka memang tidak kreatif atau telah melacurkan kreatifitas demi uang!

One response to “Naysila Mirdad Bla… Bla… Bla…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s