Menteri Baru Gaji Baru

Mungkin tidak elok kalau di masa awal berkarya pemerintah sudah melemparkan wacana menaikkan gaji Menteri dan pejabat tinggi. Menteri baru, gaji pun harus baru. Namun ada baiknya juga, karena hal ini dilakukan secara terbuka. Sehingga sejak awal masyarakat dapat merespon wacana ini. Meskipun mungkan tidak ada gunanya, karena biasanya Pemerintah tetap merealisasikan juga!

foto

Jika Pemerintah beralasan kenaikan gaji itu diperlukan untuk meningkatkan kinerja pejabatnya, atau mengeliminir keinginan untuk korupsi, jawabnya bisa ya atau tidak. Sangat debatable! Atau terkait anggaran yang akan dikeluarkan, pemerintah bisa berkata: sudah ada alokasinya dan tidak akan mengurangi anggaran pembangunan dan lain-lain. Jika dikaitkan dengan jumlahnya, pemerintah dapat berkilah: berapa sih banyaknya menteri dan pejabat selevel serta di atasnya?

Kedengarannya sangat wajar dan rasional. Tetapi apa elok jika menaikkan gaji pejabat tinggi atau Menteri tanpa menaikkan pula gaji pejabat dan pegawai di level bawahnya? Bukankah yang disebut terakhir yang lebih membutuhkan kenaikan penghasilan? Disamping itu, rasio gaji menteri dan pejabat tinggi dengan jajaran dibawahnya yang terlalu tinggi, bisa memicu kecemburuan yang mungkin mengganggu kinerja dan produktivitas pegawai.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa meskipun gaji tidak dinaikkan, para pejabat tinggi dan Menteri itu sudah cukup makmur, karena jumlah yang mereka bawa pulang lebih dari sekedar gaji resmi. Masih ada penerimaan lain-lain, baik yang sah maupun yang tidak sah. Bahkan konon pendapatan lain-lain itu jauh lebih banyak daripada gaji resmi yang mereka terima.

Jadi, masih relevankah wacana untuk menaikkan gaji pejabat tinggi dan Menteri?

Mungkin masih relevan jika pemerintah dapat menertibkan pendapatan lain-lain yang diterima para pejabat tinggi dan M, terutama pendapatan yang tidak sah! jadi mereka hanya membawa pulang uang seperti yang tertera di slip gaji mereka! seperti pegawai yang lainnya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s