Densus 88 pecundang?


Densus 88 | Wikipedia

keberhasilan DENSUS 88 menyergap dan menewaskan gembong teroris Noordin M Top, ditanggapi secara positif oleh berbagai pihak. Kecuali KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA dan beberapa orang atau kelompok tertentu. Bagai mereka, mungkin, Detasemen Khusus Anti Teror adalah para pecundang!

KOMNAS HAM, melalui pernyataan salah satu wakil ketuanya, Ridha Saleh, seperti yang dikutip detikNews, berpendapat aksi penyergapan Noordin M Top di Solo 17 september silam terlalu VULGAR dan MELANGGAR HAM. Tentu saja hal ini benar, karena komnas ham selalu menganggap hak asasi manusia itu sifatnya mutlak. Namun mereka lupa, justru kemutlakannya itu yang sering menimbulkan benturan. Mereka pasti tak akan setuju jika ada yang berpendapat, pelaksanaan HAM bersifat relatif. Relatif terhadap HAM yang juga dimiliki orang lain.

Kembali pada persoalan penyergapan gembong teroris itu, mungkin mereka, KOMNAS HAM dan yang sependapat dengannya, menganggap Noordin dkk tak lebih seperti maling ayam yang mudah ditakut-takuti dengan letupan peluru hampa. Padahal realita yang dihadapi para anggota DENSUS 88, adalah sekelompok orang militan yang siap mati demi sebuah keyakinan. kenyataannya, hampir mustahil menangkap para teroris, terutama Noordin M Top, hidup-hidup. Bagi Noordin lebih baik mati daripada menyerahkan diri atau tertangkap hidup-hidup. Faktanya pula, mereka bukan segerombolan orang yang berani melawan aparat yang menangkapnya hanya dengan bersenjata pisau dapur.

Haruskah aparat menunggu sampai Noordin dkk meledakkan diri mereka sendiri, karena mustahil mau menyerahkae diri? Atau membiarkan mereka lolos, dengan harapan mereka berubah pikiran kelak dan mau menyerahkan diri ?

Meskipun cara-cara persuasif adalah yang terbaik untuk menangani masalah terorisme dalam jangka panjang, langkah-langkah represif juga diperlukan sebagai terapi kejut bagi pelaku atau calon pelaku.

One response to “Densus 88 pecundang?

  1. Mungkin Komnas Ham memang harus berkomentar semacam itu, kecuali kalu mereka jadi korbannya barangkali.

    Kalaupun mereka jadi korbannya, kalau KOMNAS HAM konsisten, seharusnya tetap mengganggap penyergapan DENSUS 88 melanggar HAM, Bang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s