Apakah Rapat Paripurna DPR Harus Selalu Ricuh?

RAPAT PARIPURNA DPR yang sedianya akan memutuskan kesimpulan akhir hasil kerja PANSUS HAK ANGKET SKANDAL BANK CENTURY ricuh. Hal ini terjadi ketika pimpinan rapat, MARZUKI ALIE, menutup rapat secara sepihak, saat ada hujan interupsi dari beberapa anggota dewan.

Rapat yang sebenarnya bisa berlangsung cepat, karena PANSUS hanya memberikan dua opsi untuk dipilih dan disetujui, baik secara aklamasi maupun melalui voting, menjadi kacau karena sikap pimpinan rapat dan anggota dewan yang belum dewasa dalam berdemokrasi.

Ketergesaan pimpinan rapat menutup sidang untuk dilanjutkan esok hari nampaknya menjadi pemicu, sementara kebanyakan fraksi menghendaki keputusan diambil hari ini juga. Apakah hal ini terkait kepentingan salah satu fraksi yang memerlukan lebih banyak waktu lagi untuk mengadakan lobi? Sebuah sangkaan yang tak terhindarkan karena ketua sidang berasal dari PARTAI DEMOKRAT, yang sejak awal konsisten memosisikan diri sebagai pihak yang diserang dan harus bertahan.

Seharusnya waktu 2 bulan sudah cukup bagi anggota dewan, terutama anggota PANSUS CENTURY, untuk berdebat, adu argumentasi bahkan perang mulut atau gontok-gontokan, soal SKANDAL BANK CENTURY. Seharusnya tak ada perdebatan lagi pada RAPAT PARIPURNA, karena semua fraksi di DPR telah terwakili dan ikut dalam PANSUS.

Dua opsi hasil rumusan PANSUS yang disetujui oleh semua fraksi untuk diputuskan dalam RAPAT PARIPURNA, sebenarnya sudah mewakili kepentingan semua fraksi. Tinggal Opsi mana yang akan dipilih, yang dipastikan melalui VOTING, tetap harus dihormati oleh semua pihak sebagai ketetapan akhir DPR.

Tak ada yang kalah atau menang, tak ada yang dikalahkan atau dimenangkan, jika semua pihak, terutama PARTAI POLITIK, mempunyai tujuan akhir yang sama, yaitu: MENGUNGKAP KEBENARAN SEJATI secara terang benderang. Namun celakanya masing-masing partai punya agenda dan kepentingan sendiri-sendiri, yang akan diperjuangkan mati-matian, bahkan jika harus mempermalukan diri sendiri.

CATATAN: Menurut ketua DPR, Marzuki Alie, tindakannya menutup rapat sudah tepat, karena agenda rapat yang telah disepakati, hari ini hanya akan mendengarkan laporan ketua PANSUS atas hasil kerjanya selama 2 bulan ini. Sedang pengambilan keputusan akan dilakukan esok hari.

Nampak kericuhan terjadi karena masalah beda kepentingan, yang memicu emosi beberapa anggota dewan untuk bertindak tidak simpatik. Pihak yang menginginkan keputusan diambil hari ini juga, nampaknya khawatir gerilya dari Partai Demokrat yang nampaknya cukup ampuh.

About these ads

2 responses to “Apakah Rapat Paripurna DPR Harus Selalu Ricuh?

  1. tindakan pimpinan rapat paripurna memang sesuai dengan agenda yang sudah dibacakan di awal sidang dan tidak ada satupun anggota yg berkeberatan.. jika ada anggota fraksi di luar demokrat & pan yg bersikeras keputusan diambil hari ini juga, maka mereka layaknya berdebat dalam tingkat badan musyawarah sebelum rapat paripurna dimulai…
    bukan merusak agenda rapat paripurna yg telah dirumuskan…

  2. Rakyat menonton mereka dengan berbagai rasa. Bagi saya pribadi rasanya tidak sedap. Kebenaran memang masih menderita tertimpa beban berat dan tampaknya diperlukan tenaga yang besar untuk mengungkit beban itu. Anehnya tenaga besar itu ada dalam hati nurani mereka, asal mau saja.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s